Cara Mencari Sertifikat Halal Mui

Cara Mencari Sertifikat Halal Mui – Label Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) hadir dengan warna baru dan berlaku efektif serta harus digunakan secara nasional mulai 1 Maret 2022. Meski sangat berbeda dengan logo lama serta memiliki kelebihan dan kekurangan, namun logo ini tetap digunakan. .

Label Halal penting untuk memberikan jaminan tentang kehalalan suatu produk karena masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam. Sebab, tidak semua produk dijamin halal.

Cara Mencari Sertifikat Halal Mui

Untuk mendapatkan Label Halal diperlukan pengurusan Sertifikat Halal yang merupakan salah satu syarat untuk dapat memasarkan dan mendistribusikan produk yang Anda miliki. Bagaimana prosesnya?

Mengenal Sertifikasi Halal Untuk Industri

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. Selasa (15/3) mengacu pada proses sebagai berikut:

Dalam hal sarana produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut juga digunakan untuk memproduksi suatu produk yang tidak diajukan Sertifikat Halalnya yang tidak dihasilkan dari bahan yang mengandung babi atau turunannya, maka pelaku usaha adalah pelaku usaha. Dokumen-dokumen berikut perlu diserahkan:

Dalam hal produk yang diproduksi menggunakan bahan yang berasal dari babi dan/atau mengandung babi, pelaku usaha wajib memisahkan lokasi, lokasi dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi dari lokasi, lokasi PPH dan peralatan.

Jika aplikasi tidak lengkap, pemohon akan melengkapi dokumen setelah 5 hari kerja. Jika Anda tidak melengkapi dokumen, aplikasi sertifikat Halal akan ditolak.

Cara Cek Sertifikat Halal Mui Di Android

BPJPH menunjuk LPH yang dipilih oleh pemohon untuk melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan suatu produk. Keputusan paling lambat 5 hari kerja terhitung sejak tanggal berkas permohonan dinyatakan lengkap.

Produk diuji dalam pengaturan komersial selama proses produksi. Selama pemeriksaan, pemohon harus memberikan informasi dan data kepada auditor halal.

Apabila dari hasil pemeriksaan produk ditemukan bahan yang status kehalalannya diragukan, maka produk tersebut dapat diuji dengan pengujian di laboratorium yang terakreditasi.

BPJPH memeriksa kelengkapan dokumen paling lama 2 (dua) hari kerja sejak diterima oleh BPJPH.

Cara Urus Label Halal Online Umkm Pada Bpjph Kemenag Terbaru Lengkap Dengan Link Daftar

Apabila persyaratan kelengkapan tidak terpenuhi, BPJPH mengirimkan permohonan kepada LPH untuk tambahan dokumentasi. Apabila persyaratan dokumentasi terpenuhi, BPJPH akan menyampaikan hasil pemeriksaan kepada MUI dalam jangka waktu paling lama 3 hari kerja.

Kehalalan suatu produk ditetapkan oleh MUI melalui Rapat Fatwa Halal MUI. Sebelum sidang Fatwa Halal, MUI melakukan kajian ilmiah terhadap hasil pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan produk oleh tim yang dibentuk MUI.

Sidang fatwa halal meliputi pakar, unsur dari kementerian terkait, organisasi terkait, dan/atau organisasi terkait. Jika sidang Fatwa Halal membutuhkan informasi tambahan, MUI mengembalikan dokumen tersebut ke BPJPH.

See also  Mpo Slot Bonus New Member 100 Di Awal

Musyawarah Fatwa Halal tersebut menghasilkan penetapan kehalalan produk yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI dan diakui oleh Ketua Umum MUI. “

Langkah Mengajukan Sertifikasi Halal

Keputusan legalitas produk disampaikan kepada BPJPH paling lama 30 hari kerja setelah MUI menerima hasil pemeriksaan kelengkapan dokumen dari BPJPH.

BPJPH menerbitkan Sertifikat Halal paling lama 7 hari kerja sejak keputusan BPJPH untuk menetapkan kehalalan suatu produk dari MUI.

Dalam hal terjadi perubahan Data Pelaku Usaha, Pelaku Usaha wajib menyampaikan perubahan data kepada BPJPH paling lama 5 (lima) hari kerja setelah terjadinya perubahan Data Pelaku Usaha. – Orang Indonesia diberi kebebasan untuk menjalankan agamanya sesuai dengan keyakinannya masing-masing, yang salah hanya Islam. Dan bagi yang beragama Islam, wajib mengonsumsi produk Halal. Oleh karena itu, produk di pasar saat ini harus memiliki logo Halal. Seperti yang kita ketahui mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

Meskipun produk atau tempat berlogo halal sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI atau Majelis Ulama Indonesia dan kami masih ragu dengan status kehalalannya, Anda bisa mengeceknya secara online. Ya, Halal MUI bisa kita cek online seperti yang akan kita bahas di postingan ini. Yuk, simak ulasan lengkap cara cek Halal MUI online berikut ini.

Yuk! Daftar Sertifikasi Halal Gratis Untuk Usaha Mikro

Sertifikat halal merupakan salah satu jenis sertifikasi yang harus dimiliki oleh para pengusaha di Indonesia agar dapat mendistribusikan dan memasarkan produknya, baik itu produk makanan, obat-obatan, kosmetik, restoran dan lain-lain. Kita juga bisa mengecek status Halal MUI secara online melalui aplikasi atau website resmi MUI.

Cara pertama adalah dengan menggunakan aplikasi Halal MUI yang bisa kamu unduh melalui Play Store atau App Store. Anda dapat menggunakan aplikasi ini untuk mengecek status halal suatu produk atau restoran bersertifikat halal secara langsung. Cara cek Halal MUI menggunakan aplikasi Halal MUI adalah sebagai berikut:

Selain pengecekan kehalalan secara manual menggunakan menu “Cari Produk Halal”, Anda juga bisa menggunakan menu “Scan Barcode” untuk pengecekan dengan cara scan barcode pada produk.

Jika Anda tidak ingin menambahkan aplikasi ke perangkat Anda, Anda juga dapat menggunakan situs resmi MUI untuk memeriksa kehalalan produk sebagai berikut:

Cara Mendapatkan Sertifikasi Halal Dari Mui

Selain menggunakan aplikasi dan website resmi MUI, kamu juga bisa menggunakan aplikasi chatting yang pasti ada di smartphone kamu yaitu Whatsapp. Untuk cek Halal MUI menggunakan Whatsapp, Anda perlu menyimpan nomor Whatsapp LPPOM MUI dengan nomor 081196301696. Setelah itu Anda bisa chat dengan nomor tersebut menggunakan Whatsapp untuk cek produk Halal MUI. Perlu diketahui bahwa Customer Care LPPOM MUI hanya beroperasi setiap hari Senin hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan hari Jumat mulai pukul 19.00 hingga 17.00 WIB. Jadi, pastikan Anda memeriksa Halal MUI menggunakan Whatsapp.

See also  1 Dinar Irak Berapa Rupiah

Yang terakhir melalui nomor call center 14056. Sayangnya untuk menggunakan cara ini membutuhkan kuota pulsa untuk menghubungi layanan call center MUI.UMKM Indonesia | 081217745513 Legalitas dan Perizinan Cara Membuat Sertifikat Halal dan Penjelasan Sertifikat Halal Share: Twitter Facebook LinkedIn Pinterest Email

Bagi orang Indonesia, kata halal sudah tidak asing lagi. Dengan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, sertifikasi Halal menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh berbagai produk yang beredar di pasar Indonesia. Tanpa sertifikasi Halal, konsumen Muslim mungkin akan curiga dengan kandungan dari produk tersebut. Apakah aman untuk dikonsumsi konsumen muslim atau tidak. Oleh karena itu, sertifikasi Halal oleh MUI kini menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi oleh berbagai jenis produk di pasar Indonesia. Jadi produk mana yang harus mendaftar untuk sertifikasi Halal?

Ada banyak jenis produk yang membutuhkan sertifikasi Halal. Produk yang dipersyaratkan Sertifikat Halal MUI meliputi makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, produk organik, produk kimia, produk rekayasa genetika, serta produk yang dikonsumsi dan dikonsumsi oleh masyarakat luas, digunakan dan dimanfaatkan.

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal

Sertifikat Halal MUI memiliki keunggulan dalam menjamin kehalalan suatu produk baik dari segi bahan maupun proses produksinya. Selain itu, Sertifikat Halal MUI juga memiliki beberapa keunggulan, yaitu sebagai berikut:

Memperoleh sertifikat Halal dari MUI bukanlah sesuatu yang cukup mudah. Selain persyaratan yang harus dipenuhi, pelaku usaha juga harus melengkapi berbagai prosedur pendaftaran yang tidak mudah untuk mendapatkan sertifikat halal. Pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor juga dilakukan secara teliti dan menyeluruh. Kebutuhan akan izin P-IRT dan BPOM merupakan salah satu contoh rumitnya pendaftaran sertifikat Halal.

Meski harus melalui proses yang rumit untuk bisa mendapatkan sertifikasi Halal, karena rumitnya proses tersebut, setiap produk yang lolos sertifikat Halal merupakan produk yang terjamin kualitasnya.

Konsumen pasti menginginkan produk yang berkualitas baik, begitu pula konsumen/masyarakat sudah mengeluarkan uang untuk membeli produk tersebut. Sertifikat halal merupakan jaminan yang akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang kita jual. Konsumen tidak akan lagi mempersoalkan kandungan suatu produk, apakah memenuhi standar atau tidak ketika produk tersebut sudah memiliki sertifikat Halal.

Cara Cek Dan Daftar Sertifikasi Halal Via Aplikasi Halal Mui

Dengan produk bersertifikat Halal, hal ini dapat menjadikan produk tersebut Unique Selling Point atau Nilai Jual Unik. Sehingga produk tersebut memiliki harga yang kompetitif yang akan menarik konsumen untuk dapat membelinya.

See also  How To Make Ice Cream

Dengan adanya sertifikat Halal, produk kami berpeluang untuk dapat menjangkau pasar global, khususnya bagi kita yang berkecimpung dalam bisnis produk Halal. Dengan peluang menjangkau pasar global, produk kami akan melebarkan sayapnya ke pasar dengan komunitas Muslim di seluruh dunia.

Berdasarkan persyaratan pengajuan Sertifikasi Halal MUI yang ditetapkan oleh LPPOM MUI, berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Sertifikasi Halal dari MUI:

Pelaku usaha perorangan atau perusahaan harus menetapkan kebijakan halal melalui departemen manajemen dan mengkomunikasikan kebijakan halal tersebut kepada seluruh pemangku kepentingan perusahaan.

Begini Tata Cara Pengajuan Sertifikat Halal

Pelaku usaha perorangan atau perusahaan harus memiliki dan membentuk tim pengelola halal yang dibentuk dari pihak yang memiliki tanggung jawab tertinggi, dan tim pengelola halal memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang jelas.

Pelaku usaha perorangan atau perusahaan yang mengajukan sertifikat Halal telah memiliki prosedur tertulis mengenai pelaksanaan pelatihan dan pendidikan terkait ketentuan Halal. Perusahaan juga harus mengadakan pelatihan dan pendidikan internal yang diadakan minimal satu kali dalam setahun dan pelatihan eksternal diadakan minimal dua tahun sekali.

Dalam pembuatan produk bersertifikat halal, pelaku usaha perorangan atau perusahaan harus menggunakan bahan halal yang digunakan dalam pembuatan produk tersebut dan tidak boleh berasal dari bahan yang najis atau najis. Pelaku usaha perorangan atau perusahaan harus memiliki dokumentasi pendukung mengenai semua bahan yang digunakan untuk produksi untuk menyatakan bahan tersebut halal atau tidak.

Ciri-ciri produk tidak boleh berbau atau berasa sehingga menghasilkan produk yang tidak halal alias haram, atau produk yang telah dinyatakan haram oleh Fatwa MUI. Selain itu, merek atau nama produk yang terdaftar di MUI tidak boleh menggunakan nama yang tidak pantas, dan juga dilarang dalam syariat Islam.

Sertifikat Halal Mui

Jika proses debonding (pemisahan tulang dari daging hewan) dilakukan di luar Rumah Pemotongan Hewan (RPH), maka wajib dipastikan bahwa karkas berasal dari RPH kategori Halal saja.

Pelaku usaha perorangan atau perusahaan harus memiliki prosedur tertulis mengenai kegiatan esensial, yaitu. kegiatan dalam proses produksi yang akan mempengaruhi status kehalalan produk. Kegiatan serius meliputi:

Pelaku usaha perseorangan atau perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikasi Halal MUI harus memiliki proses penjaminan secara tertulis.

Cara cek sertifikat halal mui, mengurus sertifikat halal mui, sertifikat halal mui, jasa pengurusan sertifikat halal mui, cara cek nomor sertifikat halal mui, biaya pembuatan sertifikat halal mui, cara mengurus sertifikat halal mui online, sertifikat halal yang diakui mui, cara mengecek sertifikat halal mui, cara membuat sertifikat halal mui, cara mendapatkan sertifikat halal mui, daftar sertifikat halal mui

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *